Published On: Sen, Jul 17th, 2017

DIDUGA ADA SINDIKAT NARKOBA INTERNASIONAL DALAM KASUS CACING SONARI DI TNGGP

www.korankpk.com – Cianjur : Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Cianjur merupakan salah satu asset cagar alam hutan lindung nasional yang sangat berharga di provinsi Jawa Barat yang berfungsi sebagai salah satu areal kawasan resapan air untuk mensuplai kebutuhan listrik di wilayah Jawa-Bali. Terjadinya aksi perambahan hutan dan perusakan pohon jenis Rasamala diawali sekelompok warga yang melakukan perburuan sejenis cacing bernama Sonari yang endemiknya hanya berada di areal TNGGP dan cara mendapatkannya, warga melakukan penebangan pohon dihutan lindung TNGGP.
Mensikapi kasus tersebut, FPII DKI Jakarta dalam moment pengesahan kepengurusan Organisasi FPII DKI Jakarta pd 15 Juli 2017 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur mengadakan jumpa Pers dan menyampaikan pernyataan sikap mendukung dan akan mengawal transparansi penyelesaian kasus cacing Sonari yang sempat ramai dan mengundang berbagai komentar pihak terkait termasuk presiden RI Joko Widodo …Kasus cacing Sonari seharusnya bisa diungkap siapapun cukong atau oknum kepolisian yang bermain sehingga tidak berlarut-larut.. ujar sdra. Mustopa Hadi Karya (Opan).
Statement sdr. Edison, ketua TNGGP tentang kronologis permasalahan kasus cacing Sonari menyampaikan diantaranya :
– Di wilayah TNGGP Cipanas Cianjur telah terjadi ekploitasi tanpa ijin atau pemotongan sekitar 200 batang jenis Rasamala 20 s.d 30 cm dengan cara menggali tanah berbentuk parit dan memotong kayu Rasamala dan setelah dipelajari ternyata pelaku memotong kayu hanya untuk mencari cacing Sonari.
– Ukuran panjang cacing Sonari bisa sampai 1, 5 meter dan satu harga cacing Sonari siap ditampung oleh cukong sekitar 1 juta dan setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak TNGGP ternyata ada sekitar 20 orang oknum warga secara berkelompok yang bekerja dan sekali mendapat mencari cacing sekitar 6 kilo dan 1 kilo sekitar 6 s.d 7 juta dan menjual kepada cukong untuk di ekspor keluar negeri dan dibiayai sekitar 1 juta /orang. Endemik cacing Sonari selalu berada di gerombolan atas pohon Rasamala dan proses untuk mendapatkannya harus menebang pohon Rasamala tersebut.
– Pihak personil satgas TNGGP pernah melakukan penangkapan terhadap oknum pelaku pencurian an. Didin namun perkembangan selanjutnya timbul opini yang diviralkan sekelompok media seolah-olah penduduk para pencari cacing telah di dzalimi Petugas TNGGP sampai presiden RI Joko Widodo berkomentar menyudutkan pihak TNGGP.
– Informasi pihak TNGGP, bahwa cacing Sonari yang dijual warga kepada cukong, di ekspor ke luar negeri atau Tiongkok dan selain dapat dijadikan sebagai bahan campuran kosmetik, juga di jadikan campuran makanan binatang Trenggiling dan juga dijadikan campuran bahan pembuatan Shabu-Shabu.
-Pihak TNGGP mengajak wadah organisasi FPII dapat menyuguhkan berita berimbang dan proposional terhadap pemberitaan isue terkait kasus eksploitasi ilegal cacing Sonari karena siapapun bisa menjadi besar atau bisa menjadi kecil karena peran media
Dalam kegiatan pengesahan kepengurusan FPII DKI Jakarta, selain tamu undangan, hadir pendiri sekaligus figur yang pernah membidani lahirnya organisasi FPII yang membawahi kepengurusan hampir di berbagai wilayah Indonesia diantaranya :
– Kasih Hati, Ketua presidium FPII.
– Mustopa Hadi Karya (Opan), Ketua Seknas FPII.
– Haris Supriono Ketua Sekwil FPII DKI.
– Roy Wijaya ketua rumah Media DKI.
– Edison PLT. Ketua Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
– Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin (mantan Deputi ops Kabasarnas / cagub Jabar 2018).
Dalam sambutan singkatnya, ketua FPII DKI Jakarta, sdr. Haris Supriono menyatakan :
– Pembentukan Setwil FPII DKI pd 15 Juli 2017 di gd. Juang Jakarta Pusat merupakan awal kebangkitan perjuangan dan kemerdekaan, insan pers berkreasi, inovasi, dan berprestasi tanpa stiqma serta intervensi.
– Kami pengurus FPII DKI semaksimal mungkin merangkul insan pers untuk bergabung agar menjadi lembaga yang benar-benar Independen, kritis dan cerdas.
Dalam jumpa pers , Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin memberikan pernyataan sikap perihal kasus Cacing Sonari dengan inti arahan :
– Sebagai warga Cianjur, ybs berada di depan forum FPII karena diminta rekan – rekan pers menyampaikan pernyatan sikap menyangkut kasus TNGGP perihal pembabatan hutan di gunung Pangrango sekitar 3 HA lebih dengan sekitar 3000 pohon yang dibabat dan juga sekaligus menghadiri acara pengukuhan Organisasi FPII DKI Jakarta.
– Kasus cacing Sonari memang menggiurkan karena harganya mahal namun berdampak penebangan pohon-pohon di hutan gunung Pangrango karena kehidupan endemik cacing Sonari berada diatas pohon dilereng gunung tanpa berpikir dampak yang akan terjadi kedepan dari sisi banjir dan longsor kalau dibiarkan.
c. Saya merasa prihatin dengan pejabat yang memimpin dan hanya bisa berbicara tanpa bukti tentang bagaimana menjaga hutan lindung namun kasus yang terjadi masih banyak kerusakan
kerusakan-kerusakan hutan lindung seperti yang terjadi di gunung Pangrango atau TNGGP wilayah Cianjur. d. Seperti yang disampaikan sdra. Edison, ketua TNGGP, cacing Sonari selain sebagai bahan untuk membuat kosmetika juga merupakan bahan campuran dari Shabu-Shabu sehingga bisa saja ada indikasi konsfirasi asing untuk menghancurkan bangsa melalui Narkoba karena cukong yang membiayai berasal dari China. e. Masalah cacing Sonari dan penebangan hutan lindung yang berdampak kerugian kepada masyarakat, tidak ada kaitannya dengan nilai jual dari sisi politik saya selaku cagub Jabar dan saya tidak ingin menjadi moment pecitraan bagi saya secara politis dan sangat naif bagi saya karena berdampak kepada menyengsarakan rakya
Namun sampai saat ini belum diketahui apakah dari institusi terkait seperti lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun dari lembaga negara  Badan Intelijen Negara (BIN) turut memberikan kontribusi melakukan langkah strategis membuka kemungkinan terjadinya konsfirasi mafia Narkoba Internasional atau pihak asing yang telah melakukan eksploitasi terhadap rusaknya habitat cacing Sonari (Hendra / staf redaksi media KPK)

Sudah Terbit

Edisi Ke - 156 Tahun Ke - VIII/ 20 Mei - 10 Juni 2017

Data Pengunjung

0013990
Hari ini : 41
Kemarin : 43
Bulan ini : 776
Tahun ini : 13990
Total Kunjungan : 13990
Hits Hari ini : 89
Total Hits : 28718
Who's Online : 1
Alamat IP anda: 54.158.214.111